Lensa Terkini

Muhammadiyah dan Politik Adiluhung Pesan Amien Rais

Seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta menyelenggarakan pengajian pimpinan pada pekan kemarin. Pengajian yang bertemakan ‘Muhammadiyah dan Politik Adiluhung’ diadakan di SD Suronatan Kota Yogyakarta.

Ketua PDM Kota Yogyakarta, Aris Madani mengatakan acara tersebut merupakan acara spesial. Disebut spesial karena diadakan di lokasi sekolah yang didirikan oleh ketua Muhammadiyah pertama yakni Kyai Haji Ahmad Dahlan.

“Pengajian ini dengan tema Muhammadiyah dan Politik Adiluhung yang artinya politik yang bermartabat, politik tinggi, politik yang mengedepankan moral. Agar warga Muhammadiyah tahu seperti apa aparat pimpinan dibekali dengan nilai-nilai dan penjelasan soal politik adilihung tersebut,” kata Aris Madani.

Disamping itu, wakil ketua PDM Kota Yogyakarta Akhid Widi Rahmanta mengungkapkan dirinya sepakat dengan ketua umum Muhammadiyah yakni Haedar Nashir. Warga Muhammadiyah itu sudah cerdas dari tiga paslon mana yang sesuai dengan Muhammadiyah sudah terlihat.

“Dari tiga paslon tadi itu mana yang sesuai dengan Muhammadiyah dan mana yang sesuai dengan cita-cita Muhammadiyah itu sudah kelihatan. Kita ga usah nunjuk satu, atau dua, atau tiga. Tapi dari satu, dua, tiga, itu sudah kelihatan mana yang dekat dengan Muhammadiyah. Mana yang dekat dengan Islam, mana yang kemudian paham dengan politik Islam,” ujar Akhid.

Lanjut Akhid menambahkan dirinya tidak membenarkan adanya golput karena menurutnya golput itu artinya orang yang tidak memiliki tanggung jawab atau tidak mau tahu bagaimana nasib bangsa ke depannya.

Pada kesempatan itu, turut hadir pemateri politisi nasional atau pimpinan Muhammadiyah periode 1999 hingga 2000 yakni Amien Rais.

Dalam sambutannya, Amien Rais bercerita bahwasannya di era 1996 politisi senior itu membuat kategorisasi politik secara praktis yakni politik kualitas tinggi dan kualitas rendah.

Politik Adiluhung Miliki Tiga Ciri Utama

Politik kualitas tinggi sendiri menurutnya adalah politik adiluhung yang memiliki tiga ciri utama di antaranya memandang jabatan politik sebagai amanah, kedua jabatan politik mengandung pertanggungjawaban terutama dihadapan Tuhan yang maha esa, ketiga jabatan politik berdasarkan prinsip kesatuan.

“Ketika saya menjadi ketua PP Muhammadiyah, dipilih oleh kota Aceh tahun 1995, itu saya sudah membuat wacana politik adiluhung, bukan politik yang pragmatis, politik yang sudah menemukan kursi, kemudian politik yang sudah menjadi anggota DPR, kadang-kadang lupa dengan tujuannya,” jelas Amien Rais.

Lanjut Amien juga menyampaikan bahwa Muhammadiyah tidak boleh cuci tangan dengan pemilu tanggal 14 Februari mendatang dan para pemimpin harus bisa memberikan contoh dengan mementingkan hak rakyat.

Dalam kesempatan yang sama, beliau juga menyebutkan partai baru yang diusungnya, Ummat, yang akan mengedepankan kepentingan rakyat.

Penulis: Olivia Rianjani

Editor/redaktur: Rizky/Wara

Baca Juga : https://lensa44.com/amien-rais-turun-gunung-menangkan-amin-57-di-yogyakarta/

Share