Wisata Edukasi Kampung Aloe Land, Jadikan Gunungkidul Sentra Aloe Vera
Wisata edukasi di Kabupaten Gunungkidul kini terus bertambah dengan diresmikannya wisata pengembangan budidaya lidah buaya. Peresmian wisata edukasi bernama Kampung Edukasi Aloe Land ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Pemkab setempat pada Kamis lalu.
Dipilihnya lidah buaya di wilayah ini lantaran tanaman ini cocok dibudidayakan di Kabupaten Gunungkidul. Tanaman lidah buaya atau aloe vera sangat bisa dikembangkan di kondisi ekstrem dan lagi cara perawatannya tergolong mudah.
Kampung Edukasi Aloe Land yang tepatnya berlokasi di Desa Katongan ini dibentuk dengan tujuan sebagai destinasi wisata edukasi. Konsep inilah yang menjadi salah satu bentuk komitmennya dalam mengembangkan lidah buaya.
Adapun area budidaya tanaman lidah buaya ini mencakup lahan seluas tiga hektar dan itu terbagi di beberapa titik di Gunungkidul dan Bantul.
Dalam sehari, kampung wisata ini mampu mengolah 500 kilogram daun lidah buaya bersih yang dapat menjadi berbagai produk, seperti minuman kemasan, permen sampai cendol aloe vera. Produk-produk tersebut diedarkan ke berbagai toko swalayan di wilayah DIY serta dipasarkan juga secara online. Omset yang didapatkan mencapai Rp45 juta dalam satu bulan.
Dalam pembangunannya, kampung edukasi ini sendiri mendapat bantuan dari BMT Dana Insani dan Dompet Dhuafa Yogyakarta senilai Rp60 juta, dengan rincian pembangunan fisik serta pelatihan dan pembangunan.
Dipilihnya Desa Katongan ini sebagai sasaran pengembangan Dompet Dhuafa dengan didasari beberapa faktor, di antaranya local hero, yaitu lingkungan ekologi yang terfasilitasi dan ada produk turunan yang bisa dihasilkan dari budidaya hasil pertanian.
Adapun, dukungan terhadap para petani aloe vera di Desa Katongan ini telah berjalan selama lima tahun dan dilakukan secara bertahap.
Di samping itu Kampung Edukasi Aloe Land ini juga dapat memberikan edukasi bagi para wisatawan yang datang mengenai pengembangan dari budidaya aloe vera yang juga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Terlebih bisa menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi Gunungkidul, yakni dari usaha masyarakat kecil dan menengah atau UMKM.
Harapan di kemudian hari, para petani bisa terpicu untuk menanam lidah buaya secara mandiri sehingga Desa Katongan bisa dikembangkan menjadi sebuah desa wisata edukasi minat khusus.
Kampung Edukasi Aloe Vera ini sudah dibuka untuk umum mulai pukul delapan pagi sampai lima sore.
Penulis: Olivia Rinjani
Editor/redaktur: Rizky / Wara
