Sempat Tercatat Nol Kasus, China Kembali Laporkan Kasus Kematian Baru Covid-19

Pemerintah China mencatat sejak bulan Mei 2022 lalu tidak terdapat kasus kematian Covid-19, tetapi negara itu mendadak dikejutkan dengan kasus kematian pertamanya pada Sabtu (19/11) lalu.

Pengumuman ini kembali mencuat setelah hampir setengah tahun China melakukan lockdown ketat, imbas aturan Nol-Covid di Beijing dan seluruh wilayah negara tersebut.

Seorang pria di Beijing berusia 87 tahun, diketahui meninggal usai Komisi Kesehatan Nasional mencatat lebih dari 24.000 infeksi terjadi di seluruh negeri dalam 24 jam sebelumnya. Namun, NHC tidak merinci status vaksinasi almarhum. Terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di China itulah yang kemungkinan menjadi sebab timbulnya kasus kematian akibat Covid lagi.

Pihak berwenang di Guangzhou pun langsung memperpanjang beberapa pembatasan untuk distrik pusat kota Haizhu hingga 22 November besok.

Tingkat vaksinasi yang rendah di antara populasi lanjut usia dan rentan di China tetap menjadi salah satu tantangan terbesar untuk pembukaan kembali perbatasan. Setelah hampir 6 bulan, ada lebih dari 92% orang sudah menerima setidaknya satu dosis vaksin.

Namun, persentase tersebut anjlok di kalangan orang tua, terutama mereka yang berusia di atas 80 tahun. Angka vaksinasi tercatat hanya 65%.

Beberapa pusat perbelanjaan terbesar di Beijing juga tutup pada hari Minggu (20/11). Sementara, yang lain memutuskan untuk mengurangi jam buka atau melarang layanan meja di restoran.

Di samping itu, beberapa kantor di pusat bisnis dan diplomatik Distrik Chaoyang juga meminta perusahaan untuk memberi tahu karyawannya agar bekerja dari rumah. Kemudian beberapa taman, gedung olah raga, dan pusat kebugaran juga ditutup.

Tak hanya itu, sekolah Internasional Prancis di Beijing pun memberitahukan kepada orang tua siswa, bahwa mereka telah diinstruksikan “untuk beralih ke pembelajaran jarak jauh”. (RDM/L44)

Share