HeadlineLensa JogjaLensa Terkini

KPU Sleman Melaporkan Vendor Buntut Viral Snack Ala ‘Takziah’

KPU Sleman melaporkan vendor yang mendapat tender pengadaan snack saat pelantikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pemilu 2024.

Sebelumnya, ratusan orang yang terdiri dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pemilu 2024 menggeruduk kantor komisi pemilihan umum KPU Sleman, Yogyakarta pada Jumat (26/1) kemarin.

Sejumlah massa mengungkapkan keluh kesahnya lantaran polemik terjadi saat para anggota KPPS menerima kotak makanan atau snack yang kurang sesuai. Menurutnya, snack itu disebut kurang layak karena dianggap sama nilainya dengan snack takziah atau layatan.

Di depan kantor KPU Sleman mereka membawa sejumlah banner yang berisikan tuntutan transparansi penyelenggaraan pelantikan KPPS di Kabupaten Sleman.

“Ada RAB Rancangan Anggaran Belanja Pelantikan KPPS, bila semua transparan dan maksudnya jika anggarannya memang benar 15 ribu dan betul ‘di cakke’ 2.500 ada 12.500, kemana uang itu, itu kan uang haknya peserta,” kata Sukiman Hadiwijoyo, Ketua Paguyuban Dukuh Cokro Pamungkas Sleman.

“Mohon ini ditelisik, ditelusur, kalau memang ini belum jelas, penegak hukum ya harus masuk. Mohon klarifikasi tiga hal ini, sajian snack, mengapa pelantikan tidak ada transport, dan transparansi anggaran,” lanjutnya.

Menanggapi aksi tersebut, Sekretaris KPU Kabupaten Sleman Yuyud Futrama mengatakan total anggaran snack untuk pelantikan KPPS sekitar Rp400 juta rupiah.

KPU Sleman Merasa Ditipu

Sementara itu PT Jujur Kinaryo Projo yang terpilih sebagai vendor penyedia snack melalui e-katalog telah menyanggupi pesanan snack seharga Rp15.000 untuk sebanyak sekitar 24.000 orang.

Kemudian, pihaknya menyebut telah mempertemukan vendor dengan pihak Jogoboyo. Namun dalam pertemuannya itu, Yuyud mengaku ditipu oleh vendor tersebut karena mulanya ia menurunkan Rp15.000 yang ternyata dari pihak vendor menurunkan menjadi Rp 12.000. Sehingga, dari Jogoboyo memintanya untuk menghentikan vendor tersebut.

Dirinya menjamin tidak ada unsur KPU Sleman yang terlibat dalam pemotongan anggaran ini. Bahkan ia akan mempertaruhkan jabatannya untuk kepentingan warga Sleman.

“Jadikan ada perjanjian kontrak, ketika snacknya sudah diselesaikan semua, baru kita lunasi. Nah di hari snack itu turun itu temen-temen pada komplen hingga viral di media sosial. Dengan itu saya memutuskan stop, tidak usah diteruskan berhenti di situ,” kata Yuyud Pratama, sekretaris KPU Sleman.

Tidak hanya soal snack, massa juga mengeluhkan tidak adanya uang transport padahal di wilayah DIY lain seperti Bantul terdapat uang transport.

Menyikapi soal transport tersebut Yuyud menegaskan tidak ada anggaran transportasi pelantikan di KPU Kabupaten Sleman, tapi anggaran transportasi yang ada adalah saat bimtek.

Sehingga, KPU Sleman memastikan pada pelaksanaan bimtek, KPPS akan mendapat uang transport sebesar Rp50.000, makan dan snack.

Sementara untuk honor KPPS dipastikan akan turun tepat waktu setelah pelaksanaan pemungutan suara.

Lebih lanjut , KPU Sleman berencana akan memberikan sanksi berupa pemutusan kontrak kepada pihak vendor dan melaporkan kepada pihak hukum.

Penulis: Olivia Rianjani

Editor/redaktur: Rizky/Wara

Baca Juga : https://lensa44.com/pelantikan-serentak-kpps-2024-pecahkan-rekor-muri/

Share

One thought on “KPU Sleman Melaporkan Vendor Buntut Viral Snack Ala ‘Takziah’

Comments are closed.