Lensa Wisata

Jam Gadang, Wisata Masa Lalu Yang Tak Lekang Oleh Waktu

Bukittinggi merupakan salah satu kota yang pernah menjadi pusat pemerintahan di Indonesia. Bukittinggi memiliki satu maskot kota yang ramai dikunjungi oleh turis lokal dan internasional, yaitu Jam gadang. Menara jam ini memiliki jam dengan ukuran besar di empat sisinya, sehingga disebut jam gadang.

Baca juga: Memanjakan Diri Mencucut Langkitang, Kuliner Khas Sumatera Barat

Jam Gadang, telah dijadikan sebagai objek wisata dengan diperluasnya taman di sekitarnya. Taman tersebut menjadi ruang interaksi masyarakat, baik pada hari kerja maupun pada hari libur. Acara-acara yang sifatnya umum biasanya diselenggarakan di taman Jam Gadang tersebut.

Berlokasi di dataran tinggi, membuat Jam Gadang ramai dikunjungi oleh masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya. Menawarkan pemandangan yang indah, dan sejuk menjadi satu faktor Jam Gadang dikunjungi oleh turis lokal maupun turis asing. Banyak spot foto yang berada di kawasan Jam Gadang. Di malam hari lampu kelap-kelip menyinari bangunan ikonik itu.

Ikon kota Bukittinggi yang satu ini telah dibangun pada 1926M-1927M atas inisiatif Hendrik Roelof Rookmaaker, pada masa pemerintahan Hindia belanda. Kita akan merasakan sensasi wisata masa lalu yang menarik hati untuk mengenang kejayaan kota Bukittinggi.

Terkadang di beberapa waktu, event daerah juga diadakan di Jam Gadang. Banyak masyarakat yang datang berbondong-bondong, untuk ikut serta dan melihat atraksi-atraksi yang ada di sekitar taman Jam Gadang. Pagelaran seni budaya Minangkabau juga sering dilakukan untuk menarik pengunjung ke Jam Gadang.

Baca juga: Keindahan Masjid Terapung Al Alam Bur’j Khalifanya Kota Kendari

Pengunjung juga bisa menikmati jajanan yang dijual oleh masyarakat sekitar. Ada satu jajanan khas Bukittinggi yaitu karupuak kuah dan langkitang. Dua makanan ini selalu ada di sekitar taman-taman Jam Gadang. Untuk karupuak kuah dijual dengan harga Rp5.000 dan untuk langkitang Rp5.000 per porsi.

Selain itu, pengunjung juga bisa berbelanja ke tiga pasar tradisional kota Bukittinggi sekaligus, yaitu Pasar Atas, Pasar Lereng, dan Pasar Bawah. Ketiga pasar tersebut berada di sekitaran Jam Gadang, sehingga memudahkan pengunjung berbelanja oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Jam Gadang yang terletak di tengah kota, menjadikan para pengunjung bisa menikmati secara bebas dan tanpa bebas waktu. Pemerintah kota juga menyediakan taman-taman kota dan tempat duduk yang nyaman untuk pengunjung. Sensasi yang ditawarkan Jam Gadang tiada duanya. (LH/L44)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *