Lensa Terkini

Dokter Terduga Teroris Mati Ditembak, Tagar Pray For Sunardi Menggema

Tagar “Pray for Sunardi” langsung menduduki tranding teratas twitter, tak lama setelah tersiar kabar seorang dokter di Sukorharjo, Jawa Tengah, yang tewas ditembak oleh tim Densus 88, pada Rabu (9/3) lalu.

Sunardi, yang juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sukoharjo, Jawa Tengah itu, ditembak karena dianggap mengancam keselamatan petugas dan masyarakat. Dokter Sunardi diduga merupakan teroris yang berafiliasi dengan kelompok Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) dan Jemaah Islamiyah (JI).

Atas peristiwa tersebut, Dokter sunardi yang selama ini dikenal baik oleh publik, lantas mendapat ucapan dukungan dan simpati yang kemudian menggema di sosial media. Hingga hari ini, Jumat (11/3), Tagar “Pray for Sunardi” telah dicuit sebanyak 31 ribu pengguna Twitter.

Duka mendalam tak hanya disampaikan oleh warganet, melainkan juga datang dari berbagai tokoh penting tanah air. Ketua Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu, Eva Sri Diana Chaniago, melalui akun twitternya (@_Sridiana_3va) mengungkapkan belasungkawanya, dengan menyebut bahwa Dokter Sunardi merupakan dokter kemanusiaan yang sebenar-benarnya.

“Demi Allah kami menuntut keadilan untuk Dr Sunardi. Kami menyelamatkan manusia dengan jiwa raga. Kami tidak akan berkhianat demi bangsa dan negara,” tulisnya.

“Innalilahi wa innailaihi rojiun. Belasungkawa saya untuk keluarga almarhum dokter Sunardi. Ini adalah hari yang amat kelam dan melukai semua orang yang percaya serta berharap pada keadilan,” tulis Zubairi Djoerban, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 IDI. (AIS/L44).

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *