Lensa Jogja

Kampung Madu Kedungpoh Kolaborasi PLN, UGM dan Masyarakat

Kampung Binaan PLN, Padukuhan Kedungpoh, menjadi Kampung Eduwisata Budidaya Madu. Kampung binaan yang merupakan hasil kolaborasi dari PLN, UGM dengan Masyarakat Kedungpoh ini berlokasi di Kapanewon Nglipar Kabupaten Gunung Kidul,

Sejak 2018, PLN bersama UGM telah melakukan berbagai kegiatan dari pendampingan hingga pemberian fasilitas untuk terbangunnya kampung budidaya madu di Padukuhan Kedungpoh. Dengan total bantuan sebesar Rp705.000.000,- dan telah disalurkan PLN pada Tahun 2018, 2022. Terakhir di tahun 2023 yang dalam penyerahannya dihadiri oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Senin (4/12) lalu.

Bantuan tersebut diwujudkan dalam berbagai kebutuhan budidaya lebah madu. Seperti pembelian peti lebah madu, pengadaan koloni baru lebah madu, dan penanaman pohon-pohon pakan lebah madu. Juga pengadaan perlengkapan perawatan pohon pakan lebah madu, pembangunan pasar sore, pembangunan joglo. Tak ketinggalan pemberian edukasi kepada masyarakat dari awal pembudidayaan hingga menjadi produk siap jual.

Agar bantuan dapat dimanfaatkan dengan optimal, PLN menggandeng Tim Ahli dari Fakultas Biologi UGM. Baik dalam perencanaan, eksekusi, hingga edukasi kepada masyarakat. Sinergi PLN, UGM dan masyarakat Kedungpoh ini disimbolisasikan dengan penanaman bersama bibit pohon pakan lebah. Acara itu dihadiri oleh PLN, UGM dan Wakil Bupati Gunung Kidul, di Padukuhan Kedungpoh Lor, Nglipar pada Sabtu (20/1) siang.

Wisata Sekaligus Belajar

Manager PLN UP3 Yogyakarta, Adi Dwi Laksono menyampaikan bahwa dengan menjadi Kampung Eduwisata Lebah Madu, Kedungpoh bisa menjadi tempat berwisata sekaligus belajar. Baik untuk masyarakat umum maupun akademisi. Hal itu sejalan dengan pengembangan ekonomi di Gunungkidul yang banyak muncul dari sektor Pariwisata. Dalam hal ini PLN melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) mendukung program pemerintah dalam penguatan ekowisata.

“Permintaan pasar terhadap madu Kedungpoh cukup tinggi. Untuk itu kapasitas produksinya juga harus ditingkatkan, atau bahkan ke depan dikembangkan menjadi produk pasar bentuk lain selain madu cair. Maka dari itu pendampingan Kampung Madu Kedungpoh perlu dilakukan. Kami menargetkan pendampingan ini terus dilakukan sampai masyarakat benar-benar bisa mandiri dan berdaya melalui eduwisata juga dari penjualan produknya,” tutur Adi.

Adi juga menjelaskan bahwa tidak hanya pengembangan dari sektor ekonomi. Bantuan ini juga upaya PLN dalam menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati, juga penguatan pada kegiatan digitalisasi.

Selaras dengan roadmap PLN dalam upaya pengembangan Eduwisata di Kedungpoh, tambah Adi. Pada 2024, akan dilakukan pendampingan program berupa sinergi pihak terkait dan akademisi, penguatan penataan lingkungan, penguatan penataan fasilitas eduwisata, penguatan kemampuan SDM UMKM dan Mutu Kuliner tradisional, optimalisasi pemasaran digital.

“Kemudian, pada 2025 PLN berencana melakukan pengelolaan dan pemberian fasilitas kepada kelompok seni tradisional dan mengintegrasikan aktivitas Kedungpoh sebagai desa eduwisata. Dan exit program di tahun 2026, PLN berkeyakinan Kedungpoh sudah berdaya melalui eduwisata berbasis budidaya lebah madu”, jelas Adi.

Pendampingan Bersama Rumah BUMN Gunungkidul

Adi menambahkan, dalam prosesnya PLN juga bekerjasama dengan Rumah BUMN Gunungkidul yang melakukan pendampingan dalam penjualan produk, teknik pemasaran digital dan juga optimalisasi Madu Kedungpoh sebagai komoditi lokal yang siap ekspor.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Biologi UGM, Bambang Retnoaji, mengungkapkan bahwa Fakultas Biologi UGM sangat berterimakasih dan apresiasi kepada pemerintah daerah Gunungkidul dan PLN dalam menjembatani akademisi dalam mengabdi kepada masyarakat.

“Bagaimanapun juga, kami dari perguruan tinggi tidak akan bisa mengimplementasikan keilmuan yang ada kepada masyarakat kalau tidak ada media dan tidak ada dana. Dan sinergi ini bisa merealisasikannya,” ungkap Bambang.

Ia juga membenarkan bahwa Fakultas Biologi UGM telah terlibat aktif dalam pembentukan Kampung Madu Kedungpoh, sesuai dengan potensi masyarakat yang sudah ada. Dan seiring berjalannya waktu kedepan UGM akan mengintegrasikan peternakan, pertanian dan juga UMKM.

Wakil Bupati Gunung Kidul, Heri Susanto mengapresiasi sinergi antara PLN, UGM dengan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan eduwisata kampung lebah madu adalah program yang sangat kolaboratif dan sangat inklusif, juga bisa direplikasi di tempat lain di Gunungkidul.

“Sinerginya sudah nampak betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kedungpoh. Karena ini adalah proses yang panjang, bukan hari ini saja. Diawali dengan madu, kemudian penanaman pohon untuk pakan dan sampai sekarang penghijauan kampung tetap terjaga. Ini luar biasa dan kami apresiasi sekali,” ungkap Heri.

Penulis : Joko Pramono

Editor/redaktur: Rizky/Wara

Baca Juga : https://lensa44.com/tempat-asyik-mengenal-ragam-satwa-di-sleman/

Share