Lensa Manca

Waduh! Meta Induk Facebook Lagi-lagi PHK 10.000 Karyawan

Induk Facebook Meta mengumumkan akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 10.000 karyawan, pada Selasa (14/3) lalu.

Hal ini akan menjadi PHK massal putaran kedua yang dilakukan perusahaan teknologi terbesar tersebut, setelah melakukan PHK 11.000 karyawan pada November 2022 lalu.

“Kita berharap untuk mengurangi ukuran tim kami sekitar 10.000 orang dan menutup sekitar 5.000 posisi terbuka tambahan yang belum kami pekerjakan,” kata Chief Executive Officer Mark Zuckerberg, dikutip pada Kamis (16/3)

“Kami berharap untuk mengumumkan restrukturasi dan pemutusan hubungan kerja di kelompok teknologi kami pada akhir April dan kemudian kelompok bisnis kami pada akhir Mei,” sambungnya.

PHK ini merupakan bagian dari restruktur yang lebih luas di Meta, yang akan membuat perusahaan meratakan struktur organisasinya, membatalkan proyek dengan prioritas lebih rendah, dan mengurangi perekrutan sebagai bagian dari langkah tersebut.

Mark Zuckerberg bertujuan mengubah 2023 menjadi “Tahun Efisiensi”, dengan pemotongan biaya yang dijanjikan sebesar US$5 miliar untuk biaya antara US$89 miliar dan US$95 miliar.

Selain Meta, perusahaan-perusahaan Big Tech lainnya juga telah mengonfirmasi PHK besar-besaran pada awal tahun.

Kondisi ekonomi yang memburuk telah menyebabkan serangkaian pemutusan hubungan kerja massal di seluruh perusahaan Amerika, termasuk Amazon, induk perusahaan Google Alphabet, dan Microsoft, hingga Bank Wall Street seperti Goldman Sachs dan Morgan Stanley.

Menurut situs pelacak PHK, Industri teknologi telah mem-PHK lebih dari 280.000 pekerja sejak awal 2022 dengan sekitar 40% dari mereka datang tahun ini. Badai PHK di industri ini dilakukan di tengan inflasi yang lebih tinggi, ketakutan resesi, dan guncangan permintaan yang diindikasi oleh pandemi Covid-19.

Meta sendiri diketahui telah menggelontorkan miliaran dollar untuk membangun metaverse futuristic dan berjuang dengan kemerosotan pasca pandemic, dalam belanja iklan dari perusahaan yang menghadapi inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga. (DSR/L44)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *