Lensa JogjaLensa Wisata

Menjajal Wisata Kano di Irigasi Samas

Tak sekedar dimanfaatkan untuk pertanian, saluran irigasi ternyata juga menyimpan potensi daya tarik wisata. Hal ini seperti yang dilakukan oleh kelompok warga di Pedukuhan Baran.

Aliran Sungai Winongo kecil yang berada di tepi Jalan Samas, tepatnya di Desa Srigading, Sanden, Bantul, Yogyakarta, dimanfaatkan sebagai wahana wisata kano.

“Memanfaatkan sungai yang dari pada tidak dimanfaatkan, jadi kita pergunakan untuk wisata kano. Ini di Jalan Raya Samas, sehingga banyak wisatawan yang bersliweran di sini. Karena banyak wisatawan yang lewat, jadi banyak yang berhenti dan kepengen ikut mencoba,” kata Sudiman, Koordinator Wisata Banyuaji Baran.

Meski tergolong wisata baru, wisata ini sudah ramai oleh aktivitas masyarakat yang tengah menikmati wahana perahu kano.

Hampir di sepanjang hari aneka perahu kano berujung runcing itu nampak wara-wiri di Sungai Winongo. Berkapasitas dua orang penumpang, setiap pengunjung yang menjajal menaiki wahana baru ini terlihat riang dan menikmati suasana berlatar persawahan tersebut.

Sebuah sensasi yang jarang dijumpai dapat dinikmati di tempat ini. Terlebih di aliran sungainya yang tak berarus deras, pengunjung dengan leluasa mendayung menentukan laju perahu tanpa takut terbawa arus.

Selain aman, bermain kano ini terbilang murah. Cukup dengan Rp.10.000, pengunjung dapat bebas berlama-lama menaiki kano tanpa batasan waktu.

“Menyenangkan, enjoy, happy bisa olahraga juga. Di sini juga airnya tenang, murah dan aman juga ada pelindung dan helm,” ujar Wahyu Novianti, pengunjung wisata kano.

Meski baru dioperasikan pertengahan bulan Agustus lalu, wisata air yang dirintis oleh Kelompok Wisata Banyuaji Baran ini kian populer di masyarakat. Terlebih karena lokasinya berada tepat di sisi jalur wisata pantai selatan. Wisata kano ini sukses menarik minat masyarakat.

Dalam sehari, tak kurang 50-an orang antre untuk menjajal keseruan menaiki perahu kano yang saat ini baru dibuka setiap Sabtu dan Minggu tersebut.

Setiap perahu rata-rata dinaiki dua hingga empat orang. Setiap pengunjung akan dilengkapi dengan jaket pelampung dan helm sebagai pengaman, serta didampingi oleh seorang instruktur yang telah memeroleh pelatihan SAR sebelumnya.

Keberadaan wisata kano ini tak sekedar menjadi pendongkrak perekonomian warga, tapi juga mendukung Kalurahan Srigading sebagai desa maritim sekaligus desa prima dan desa budaya.

Beruntung, di tahun ini desa ini memperoleh dana keistimewaan lewat bantuan keuangan khusus dengan swakelola TPK yang sebagain dananya digunakan untuk pengadaan perahu kano,

Penulis: Joko Pramono

Editor/redaktur: Rizky / Wara

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *