Utusan Khusus AS Bidang LGBTQI+ Batal ke Indonesia

Utusan khusus Amerika Serikat, Jessica Stern, untuk memajukan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi Lesbian, Gay, Biseksual, Transdender, Queer dan Interseks (LGBTQI+) dikonfirmasi batal berkunjung ke Indonesia pekan depan.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Kim telah memastikan kabar ini. Namun, ia tetap berharap kedua negara dapat melanjutkan dialog mengenai diskriminasi terhadap kelompok LGBTQIA+.

“Setelah berdiskusi dengan rekan-rekan kami di Pemerintah Indonesia, kami telah memutuskan untuk membatalkan Kunjungan Utusan Khusus Stern ke Indonesia,” kata Kim dalam keterangannya, dikutip pada Sabtu (3/12).

Menurut Kim, sangat penting untuk melanjutkan dialog dan memastikan rasa saling menghormati satu sama lain daripada menganggap seolah-olah isu tersebut tidak ada.

Negara-negara seperti Indonesia dan Amerika Serikat, katanya, dapat saling belajar mengenai cara melawan kebencian dan memastikan masyarakat yang lebih sejahtera dan inklusif untuk semuanya.

“Salah satu alasan hubungan Amerika Serikat dan Indonesia begitu kuat adalah karena kita sama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, HAM, keragaman, dan toleransi. Nilai-nilai tersebut harus berlaku untuk setiap anggota masyarakat, termasuk kelompok LGBTQI+,” terangnya.

Sebelumnya, Jessica Stern ditunjuk langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, sebagai Utusan khusus Amerika Serikat untuk memajukan LGBTQI+ pada Juni 2021. Stern akan mengawasi implementasi Memorandum Presiden 4 Februari 2021 tentang memajukan HAM para LGBTQI+ di seluruh dunia.

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyebutkan bahwa Stern akan ke Indonesia pada 7-9 Desember 2022. Selain ke Indonesia, Stern juga akan melawat kerja ke Vietnam dan Filipina.

Namun, rencana kunjungan Stern ini diprotes Majelis Ulama Indonesia (MUI). Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas, menyatakan bahwa pihaknya menolak dengan tegas recana kunjungan itu. Ia mengatakan, kunjungan itu memiliki tujuan untuk merusak nilai luhur dari agama dan budaya bangsa.

“MUI menyatakan menolak dengan tegas kehadiran dari utusan khusus tersebut,” kata Waketum MUI itu dalam keterangannya, Kamis (1/12).

Sementara itu di sisi lain, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahrurrozi tak mempersoalkan kehadiran Utusan Khusus AS, Jessica Stern di Indonesia, asalkan tak melakukan kampanye LGBTQI+ di negara ini.

Gus Fahrur meminta Jessica untuk memahami bahwa perilaku LGBT merupakan perilaku penyimpangan sosial yang tidak sesuai dengan norma, moral, etika, agama dan nilai bagi warga Indonesia.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI menolak berkomentar perihal ini namun, memberikan analogi yang mengarah ke perbedaan budaya. (SC/L44)

Share