Lensa Jogja

UPN Yogyakarta Gandeng KWT Ngudi Rejeki, Olah Singkong Jadi Mocaf

Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Ngudi Rejeki berinovasi dengan memanfaatkan hasil alam di lingkungannya yakni singkong. Bersama Istiana Rahatmawati, Dosen FEB UPN Veteran Yogyakarta, bahan pokok singkong yang melimpah di Ngudi Rejeki berhasil diolah menjadi Tepung Mocaf.

Dalam Dialog Khusus ‘Usaha Rintisan Mocaf KWT Ngudi Rejeki Dampingan UPNV Yogyakarta’ ADiTV, pada Sabtu (10/7) Kepala Desa Ngudi Rejeki Wahyu Suhendri menyampaikan bahwa meskipun desanya tergolong sulit air, namun hasil bumi berupa singkong sangat melimpah. Demi meningkatkan ekonomi masyarakat, Wahyu kemudian mengajak Kelompok Wanita Tani untuk bekerja mengolah hasil bumi tersebut menjadi sebuah produk.

“Masyarakat itu mudah diajak, yang penting motifnya ekonomi, itu akan lebih mudah.” Jelas Wahyu.

Bekerja sama dengan Istiana Rahatmawati Dosen FEB UPNV Yogyakarta, inovasi ini turut mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak, seperti Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas UMKM, dan Dinas Koperasi. Mereka memberikan dukungan atas inovasi ini dengan menawarkan kebutuhan  yang diperlukan.

Anna, panggilan akrabnya, ia menjelaskan bahwa sebenarnya kelompok wanita tani ini sudah mampu memproduksi semuanya, hanya saja mereka masih belum paham mengenai perbankan dan penjualannya.

“Kami punya ilmu tapi hanya sebatas teori. Ketika datang mereka itu sudah produksi, jadi kita bantu kepada keuangan dan pemasaran, karena belum tersentuh sistem perbankan” tutur Anna.

Wahyu juga menambahkan, bahwa saat ini mereka masih mencari cara untuk bagaimana menjadikan olahan tepung mocaf tersebut bisa bertahan lama. Sedangkan kendala daripada produksi singkong menjadi Tepung Mocaf ini adalah ketika masa panen sudah habis.

“Mengatasi masa yang sedang tidak musiman, ya penyimpanan untuk dioproduksi masa yang akan datang, kalo panen ya panen aja semuanya, abis itu ditanami lagi. Masih mencari inovasi bagaimana mengawetkan ini.” Jelasnya.

Pembuatan Tepung Mocaf ini terbilang mudah dan bisa dipraktekkan oleh masyarakat sendiri. Singkong yang sudah ada hanya perlu dikupas dan dicuci. Setelah itu singkong yang sudah bersih diiris tipis-tipis untuk kemudian direndam selama tiga hari dengan air garam dan harus diganti setiap hari. Setelah tiga hari, singkong bisa ditiriskan dan dijemur di bawah sinar matahari. Langkah terakhir, singkong bisa digiling menjadi tepung. (AKM/L44)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *