Lensa Jogja

Tradisi Rabu Pungkasan, Warga Pleret Bantul Arak Lemper Raksasa

Warga di Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, menggelar tradisi upacara adat Rebo Pungkasan atau Rebo Wekasan, pada Selasa (20/9). Dalam kegiatan tersebut, mereka mengarak makanan tradisional berupa lemper dengan ukuran yang super jumbo di pendopo kalurahan setempat.

Acara tersebut digelar pada petang hari selepas waktu magrib. Pasukan bregada dari beberapa padukuhan melakukan kirab dengan membawa lemper raksasa dan berbagai hasil bumi lainnya.

Untuk rute kirab ini, yaitu dari Masjid Al-Huda Karanganom menuju ke Balai Desa Wonokromo dengan durasi sekitar satu jam.

“Rutenya dari Masjid Al-Huda Karanganom menuju ke Balai Desa Wonokromo dengan durasi sekitar satu jam. Lalu lemper raksasa yang dikirab dinaikkan ke pendopo,” kata Lurah Wonokromo, Mahrus Hanafi.

Selepas kirab, lemper raksasa yang berisikan lemper kecil-kecil itu dipotong dan dibagikan kepada warga.

“Terus sambutan sampai pemotongan dan pembagian atau sedekah lemper kecil-kecil untuk warga di halaman pendopo. Untuk lemper yang raksasa itu dipotong-potong juga tapi yang dibagi lemper yang kecil-kecil itu,” imbuhnya.

Untuk membuat lemper raksasa ini, bahan yang digunakan tidak tanggung-tanggung. Para  warga menghabiskan 10 kg beras ketan, 2 kg daging ayam, serta 20 lembar daun pisang sebagai pembungkus.

Kudapan berbahan beras ketan isi daging cincang itu memiliki panjang 2,5 meter dengan diameter hampir 50 cm.

Saking besarnya, diperlukan 8 orang untuk memikulnya. Kudapan itu merupakan simbol perjuangan hidup, agar manusia menyingkirkan belenggu sebelum mengecap nikmatnya kehidupan.

Keberadaan lemper raksasa dan pembagian ribuan lemper, merupakan warisan turun-temurun dalam tradisi Rabu Pungkasan. Tradisi itu digelar setiap hari Rabu terakhir di bulan Safar untuk menyambut datangnya bulan Maulid dalam kalender Hijriah.

Banyak yang menyebut juga pada hari tersebut, ada kaitannya dengan pertemuan antara Sultan Agung dan Kiai Faqih atau Kiai Welit, yang merupakan tokoh dan ulama dari Wonokromo Pleret. (SC/L44)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *