HeadlineLensa Jogja

Tetap Eksis, Serabi Kocor Legendaris Tak Kalah Dengan Jajanan Kekinian

Di tengah gempuran jajanan pasar modern keberadaan kuliner legendaris makin langka, demikian pun hal tersebut tak membuat bu Ngadinem berhenti menyajikan serabi kocor andalannya. (25/3/2021)

Hanya bermodalkan lapak yang terbuat dari bambu beratap kain terpal dan beralaskan tikar, bu Ngadinem masih setia kepada pelanggannya. Bahkan jika dihitung lagi warung di jalan bantul km. 6, dusun Nyemengan, desa Tirtonirmolo, kasihan Bantul ini sudah berusia lebih dari 21 tahun.

Terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan parutan kelapa dan dipanggang diatas wajan kecil yang terbuat dari tanah liat dengan bahan bakar kayu, proses memasak sederhana inilah yang membuat aroma serabi makin khas.

Penyajiannya menggunakan kuah manis yang terbuat dari santan kelapa dan gula jawa. Manis dari kuah dan gurih dari serabi membuat pelanggan ketagihan.

Dibantu sang anak ngadinem berjualan serabi kocor di jalan Bantul ini sudah sejak tahun 1998 silam. Resep yang digunakan merupakan hasil dari olahan tangan sendiri adonan bahan baku serabi menggunakan tepung beras dicampur kelapa dan garam. sementara untuk kuah memakai gula merah dan pandan, alhasil, serabi kocor Ngadinem ini laris manis.

Jajanan tradisional yang dijajakan di warung sederhana ini memang cukup terkenal. Bahkan banyak wisatawan dari luar kota yang sengaja berkunjung ke Bantul untuk mencobanya.

Namun warung jajanan ini hanya dibuka mulai pukul 3 sore hingga 8 malam. Dalam sehari rata-rata Ngadinem mampu menghabiskan 3 hingga 4 kilogram bahan adonan serabi.

Harganya pun cukup murah meriah, satu porsi mangkuk berisi 2 bulatan kue serabi lengkap dengan siraman kuah gula merah dihargai Rp.2.500.(Jkp/L44)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *