HeadlineLensa Terkini

Soal Bendera Taliban di KPK, Febri: Isu Basi Diolah Lagi

Febri Diansyah, Juru Bicara Kantor Darurat Pemberantasan Korupsi menanggapi berita lama di internal KPK yang kembali menyeruak ke permukaan. Tentang Iwan, seorang mantan satpam KPK yang telah dipecat pada 2019 lalu, karena menyebarkan foto adanya bendera Taliban di kantor KPK.

Apa yang dilakukan Iwan justru dianggap sebagai penyebaran berita bohong dan berujung pada pemecatan dirinya. Sementara Ali Fikri, Plt Juru Bicara KPK mengatakan bahwa tidak ada anggota KPK yang berafiliasi dengan Taliban.

Hal ini tentu saja memancing respon dari 58 pegawai KPK yang sudah purna sejak akhir september lalu. Sebab mereka dipecat lantaran dianggap berafiliasi dengan Taliban dan dengan adanya TWK yang sudah jelas melanggar HAM.

“Isu bendera ini semakin membuktikan 58 Pegawai KPK yang disingkirkan adalah korban. Terbukti, bendera yang diinfokan sedemikian rupa seolah-olah simbol ‘Taliban’ di KPK, ternyata tidak berada di meja kerja 58 Pegawai KPK tersebut. Semakin membuktikan, begitu murahan isu ‘Taliban’ itu.” Kata Febri dalam cuitannya.

Febri menyebut bahwa pihak-pihak yang berkeinginan menyingkirkan mereka, sedang kehabisan ide dan merasa panik, sehingga menggunakan isu lama untuk memecat mereka.

“Dugaan Saya, pihak yang singkirkan 58 Pegawai KPK sedang panik. Narasi murahan tentang “Taliban” diruntuhkan oleh pernyataan Kapolri yang justru membuka pintu untuk para Pegawai KPK tersebut. Tapi karena ga ada isu lain yang bisa dipakai menyerang 58 Pegawai KPK, ya apa boleh buat yang basi diolah lagi.” Sambungnya. (AKM/L44)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *