Lensa Jogja

Sleman Rencanakan Sekolah Tatap Muka Di Awal Tahun Ajaran Baru

Menanggapi pernyataan menteri pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia, Nadiem Makarim terkait pelaksanaan sekolah tatap muka dua pekan lalu, dinas pendidikan kabupaten Sleman menargetkan sekolah di kabupaten Sleman akan melaksanakan pembelajaran secara tatap muka pada Juli mendatang.

Hal ini seiring dengan target rampungnya vaksinasi covid 19 bagi guru dan tenaga pendidik yang juga diharapkan dapat selesai pada bulan Juni. Pasalnya Mendikbud RI, Nadiem Makarim menyatakan kegiatan belajar tatap muka secara langsung di sekolah dapat dilaksanakan dengan syarat pendidik dan tenaga kependidikan sudah menerima vaksinasi covid 19.

“Setelah pendidik dan tenaga pendidikan di dalam satu sekolah sudah di vaksinasi secara lengkap, pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau kantor kemenag, mewajibkan satuan pendidikan tersebut, untuk menyediakan layanan pembelajaran tatap muka terbatas, dengan menerapkan protokol kesehatan. Dan juga masih ada opsi pembelajaran jarak jauh, karena protokol kesehatannya itu maksimal kapasitasnya itu 50%.” Ucap Nadiem Makarim, Mendikbud RI.

Keputusan diperbolehkannya melakukan sekolah tatap muka sejatinya sudah diberikan sejak Januari lalu, namun keputusan itu dikembalikan kepada pemerintah daerah masing-masing.

Di kabupaten Sleman sendiri masih tingginya kasus covid 19 menjadi alasan utama belum dimulainya sekolah tatap muka secara terbatas.

Kepala dinas pendidikan kabupaten Sleman, Ery Widaryana menyatakan pihaknya tengah melakukan evaluasi pelaksanaan pembelajaran untuk mempersiapkan sekolah tatap muka, yakni dimulai dengan pelaksanaan asesmen standar pendidikan daerah atau ASPD.

Selain itu dinas pendidikan kabupaten Sleman juga telah membentuk tim pengawas untuk memverifikasi kesiapan sekolah dalam mempersiapkan pembelahan tatap muka di bulan Juli mendatang.

“Kebetulan di Sleman itu kan penyebaran covid masih tinggi, kita belum tatap muka, justru ASPD ini sebagai latihan dengan siswa dengan protokol kesehatan yang ketat. Kita kan sampai mengundang OPD terkait untuk mengawal itu. Nah dengan harapan hnanti di tahun ajaran baru karena itu wajib. Kita akan melakukan tatap muka sangat ketat terbatas.” Lanjut Ery Widaryana, kepala dinas pendidikan Sleman.

Dalam menyelenggarakan sekolah tatap muka ijin dari orang tua wali murid menjadi hal utama yang harus dikantongi oleh pihak sekolah, apabila terdapat orang tua murid yang tidak memberikan ijin maka pihak sekolah wajib memfasilitasi pembelajaran secara daring.

Tentu protokol kesehatan ketat juga harus diterapkan di sekolah yang akan menyelenggarakan sekolah tatap muka, seperti menyediakan alat pengecekan suhu tubuh mewajibkan pemakaian masker bagi melakukan sterilisasi dengan penyemprotan cairan disinfektan menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer di beberapa titik. (Umw/L44)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *