Lensa Manca

Presiden Sudan Selatan Membubarkan Parlemen, Sejalan Dengan Kesepakatan Damai

Presiden Sudan Selatan Salva Kiir telah membubarkan parlemen, sebuah langkah yang telah lama ditunggu untuk membuka jalan bagi penunjukan anggota parlemen dari partai-partai lain di negara itu.

Langkah itu sejalan dengan kesepakatan damai yang ditandatangani untuk mengakhiri perang saudara yang dimulai pada 2013.

Presiden membubarkan parlemen pada hari Sabtu (8/5) dan badan baru akan dibentuk “dalam waktu, tidak terlalu lama”, juru bicara Ateny Wek Ateny mengatakan kepada Reuters.

Menurut kesepakatan tersebut, parlemen harus diperluas dari 400 anggota menjadi 550 dan harus mencakup anggota dari semua pihak dalam perjanjian damai.

Sudan Selatan meraih kemerdekaan dari Sudan pada 2011 setelah terlibat dalam perang saudara yang berlangsung beberapa dekade. Kekerasan meletus pada akhir 2013 setelah Kiir, dari kelompok etnis Dinka, memecat wakil presiden Riek Machar, seorang Nuer.

Kedua pria tersebut telah menandatangani banyak kesepakatan untuk mengakhiri perang yang diperkirakan telah menewaskan lebih dari 400.000 orang. Mereka berulang kali mendorong tenggat waktu untuk membentuk pemerintahan persatuan nasional, tetapi pada tahun 2020 akhirnya melakukannya.

Terlepas dari kesepakatan damai, kekerasan masih berkecamuk di beberapa bagian negara itu, menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sumber : Reuters

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *