Lensa JogjaLensa Terkini

Pengrajin Bambu di Sleman Mulai Bangkit dan Merambah Ke Pasar Internasional

Setelah sempat lesu, dampak merebaknya pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama sekitar dua tahun. Kini, geliat usaha pengrajin bambu di Kabupaten Sleman, mulai perlahan bangkit, Rabu (01/12).

Meski tak ada orderan masuk saat pandemic, tetapi para pengrajin bambu ini tetap konsisten melakukan produksi untuk persediaan barang.

Usai pemerintah resmi menurunkan PPKM di Daerah Istimewa Yogyakarta ke level dua, para pengrajin bambu tradisional di Desa Wisata Sendari, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, mulai bangkit sedikit demi sedikit. Omzet bulanan mulai mengalami peningkatan, sekitar tiga puluh hingga empat puluh persen.

Seperti yang dialami salah satu pengrajin bamboo Bambang Suwarno, peningkatan omzet sekitar empat puluh persen pada usaha kerajinan miliknya, sudah ia rasakan sejak PPKM level dua diterapkan. Bahkan, Suwarno mengaku  kini telah mulai kembali menerima pesanan dari pelanggan luar negeri.

Serupa dengan Suwarno, Atdija juga merasakan peningkatan omzet sekitar empat puluh persen pada usaha miliknya. Meski belum mencapai omzet sebelum pandemi Covid-19, dirinya tetap optimis bahwa kerajinan bambu masih diminati oleh masyarakat luas.

Para pengusaha kerajinan bambu di Kabupaten Sleman ini, mulai merintis usahanya sejak puluhan tahun silam. Hingga saat ini, mereka masih mempertahankan proses pembuatan kerajinan, dengan cara tradisional, yakni menggunakan tenaga manusia.

Pembuatan kerajinan dengan cara tradisional ini, menambah nilai dan kualitas suatu barang. Meski kerajinan bambu tradisional kini bersaing ketat dengan rotan. Para pengrajin bambu tradisional tetap optimis mempertahankan usahanya.

(UW/L44)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *