Lensa Jogja

Menko PMK Sampaikan Indonesia Dalam Situasi Darurat Militer Kasus Covid-19

Angka kasus penyebaran covid 19 di Indonesia masih juga belum mengalami penurunan signifikan, sebagai contoh Yogyakarta, per tanggal 12 Juli total penambahan kasus terkonfirmasi covid-19 mencapai 1992. Meski PPKM darurat sudah diterapkan selama 2 pekan tetapi kasus terkonfirmasi covid-19 belum juga mengalami penurunan.

Dalam kunjungannya ke selter penanganan covid-19 UC Universitas Gajah Mada menteri koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan, Muhadjir Effendy menyebut Indonesia sudah masuk dalam situasi darurat militer dalam menghadapi pandemi covid19.

Menurut Muhadjir Effendy, covid-19 merupakan musuh yang tak kasat mata bagi negara Republik Indonesia, pasalnya covid-19 terus menerus menyerang Indonesia dan memakan tak sedikit korban.

Pertempuran melawan covid-19 pun tidak memakai kaidah-kaidah hukum perang, karena pada situasi saat ini covid-19 menyasar semua lapisan masyarakat dalam kondisi apapun itu.

“Sebetulnya pemerintah sekarang ini walaupun tidak di declare kita ini kan dalam keadaan darurat militer. Jadi kalau darurat kan ukurannya kan tertib sipil, darurat sipil, darurat militer, darurat perang, nah kalau sekarang kan sebenernya sudah darurat militer. Kenapa? Karna kita berhadapan dengan musuh yang tak terlihat. Dan musuh tidak terlihat ini didalm pertempurannya tidak memakai kaidah-kaidah hokum perang karna semua orang kan dianggap kombatan kan oleh covid ini. Karna itu, bapak presiden sudah memerankan tni polri itu, pertimbangan kita ini sudah tidak bisa ditangani secara biasa, ini betul-betul sudah darurat militer, hanya saja musuhnya tidak konvensional tapi musuh tak terlihat itu.” Jelas Muhadjir Effendy, Menko PMK.

Melihat kondisi dan situasi Indonesia yang makin darurat presiden Joko Widodo dalam hal ini juga telah mengerahkan TNI polri dalam membantu menangani covid19

Sementara itu Menko PMK Muhadjir Effendy juga turut mengapresiasi UGM dalam membantu menangani kasus covid-19 dengan mengubah bangunan miliknya menjadi selter penanganan covid-19. Muhadjir menyampaikan dengan adanya banyak selter penanganan covid-19 pasien di rumah sakit tidak akan terlalu padat, sehingga rumah sakit hanya dijadikan tujuan terakhir bagi para pasien covid-19. (UMW/L44)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *