Menkes Geser Prioritas Kesehatan Nasional 2023, Bukan Pandemi Covid-19

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 kini tidak lagi menjadi prioritas kesehatan nasional untuk tahun 2023 mendatang, melainkan kembali ke kualitas layanan kesehatan masyarakat, sebagaimana sebelum pandemi.

“Yang terjadi di Kemenkes adalah prioritas kita sudah bergeser yang tadinya ke penanganan pandemi, sekarang kembali untuk fokus ke meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat,” kata Menkes Budi dalam keterangannya, dikutip pada Jumat (2/12).

Adapun prioritas kesehatan nasional itu, termuat dalam fokus anggaran dan pendapatan belanja negara tahun 2023, di mana ada 6 prioritas yang diusung yakni, pertama Program yang sifatnya promotif preventif seperti revitalisasi puskesmas, posyandu.

Kedua, restrukturisasi dari rumah sakit di seluruh indonesia dengan bersinergi dengan pemerintah daerah, dan Institusi lain yang memiliki pelayanan rumah sakit seperti TNI dan POLRI.

”Khususnya ke penyakit yang burden of diseasenya yang menyebabkan kematian dan biaya paling tinggi, yaitu jantung stroke, dan kanker,” lanjutnya.

Lalu yang ketiga, membangun sistem ketahanan kesehatan dengan bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian untuk membangun industri kesehatan. Tujuannya, untuk mempermudah akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, terutama dalam bersiap menghadapi pandemi.

Keempat, pengembangan kecukupan sumber daya manusia kesehatan, termasuk bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan kementerian Agama untuk memastikan tenaga kesehatan khususnya dokter, dan dokter spesialis cukup, salah satunya melalui program pemberian beasiswa pendidikan kedokteran yang lebih banyak.

Kelima, memperbaiki sistem pembiayaan kesehatan untuk menjamin pembiayaan kesehatan yang tersedia, cukup, berkelanjutan, dan dengan alokasi yang adil, termasuk juga Pembiayan PBI JKN.

Keenam menjadikan program kesehatan masa depan berbasis bioteknologi, information teknologi, Artificial Intelegent, dan semua teknologi kesehatan baru.

Lebih lanjut, Menkes pun mengatakan bahwa dalam kurun waktu 3 tahun terakhir nominal anggaran Kementerian Kesehatan cenderung menurun. Kendati begitu, ia memastikan hal tersebut tak berpengaruh pada layanan kesehatan masyarakat.

“Kita lakukan integrasi dengan kementerian/lembaga lain. Contohnya posyandu, kita duduk dengan Kemendagri dan Kemendes, agara revitalisasi posyandu khususnya untuk memberikan layanan kesehatan ke masyarakat tidak semuanya anggarannya dari kita, tapi diintegrasikan dengan anggaran Kementerian Desa, dalam negeri dalam bentuk APBD, APBS,” jelasnya. (AKM/L44)

Share