Mengejutkan, Komedian ini Terjerat Kasus Penistaan Agama

Komedian ternama di Indonesia, Entis Sutisna atau yang sering disebut Sule dituduh telah melakukan tindak penistaan agama. Sule dilaporkan ke polisi oleh Syahrul Rizal, selaku Ketua Aliansi Masyarakat Pecinta Rasulullah (AMPERA).

Selain Sule, Sasongko Widjanarko alias Mang Saswi dan Budi Setiawan Garda Pandawa alias Budi Dalton juga dilaporkan.

Tudingan penistaan agama ini berawal dari konten YouTube saat ketiganya dinilai telah menyinggung Nabi Muhammad SAW. Saat itu Budi Dalton bercanda soal kepanjangan ‘miras’.

“Bismillah, kita ke sini, saya pribadi atas nama Syahrul Rizal, datang ke sini dengan kuasa hukum untuk melaporkan kejadian yang menyinggung umat agama dan berpotensi menganggap keonaran,” kata Syahrul Rizal dalam keterangannya, dikutip pada Kamis (24/11).

“Budi Dalton secara sadar ada kesengajaan di situ bahwa Miras adalah Minuman Rasulullah. Perlu kami perjelas bahwa pada sepanjang masa hidupnya Nabi memerangi yang namanya Miras. Mereka (Sule dan Mang Saswi) secara reflek tertawa, dan di situ kami beranggapan bahwa mereka ikut terlibat dalam ucapan yang disampaikan Budi Dalton sendiri,” lanjutnya.

Bercandaan yang diutarakan oleh Budi Dalton dalam konten tersebut mendapat respon tawa dari Sule dan Mang Saswi. Respon tersebut pun dianggap bahwa keduanya membenarkan singkatan bercanda.

“Dia kan menyampaikan ekspresi tertawa dan itu sama halnya dia membenarkan dan mengiyakan itu dan kami anggap dia ikut terlibat,” tambahnya.

Atas laporan ini, ketiganya dikenakan pasal penyebaran informasi yang menyebabkan rasa kebencian dengan ancaman hukuman pidana di atas lima tahun. Laporan tersebut teregister dengan nomor laporan polisi STTLP/B5984/XI/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA.

“Pasal 28 Ayat jo Pasal 45 Ayat 2 atau Pasal 156 KUHP jo 156 A KUHP. Itu pasal yang dikenakan,” ucap Syahrul Rizal.

Kuasa hukum AMPERA, Muhammad Mualimin, mengungkapkan bahwa seharusnya konten lelucon yang dibuat para komedian tidak menyudutkan kelompok lain. Lebih lanjut menurut dia, komedi seharusnya bisa menghibur semua orang dan bisa menggembirakan bukan malah melecehkan. (RDM/L44)

Share