Mahasiswa UNY Ajak Masyarakat Bangkitkan Empati Lewat Prasasti

Memasuki era perkembangan teknologi yang semakin canggih, tentu menawarkan berbagai kemudahan bagi penggunanya. Namun, hal ini justru menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti hilangnya sisi kemanusiaan karena masyarakat cenderung lebih fokus terhadap gawai yang dimiliki dibandingkan dengan lingkungan sekitar.

Berangkat dari isu tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta menyajikan pameran karya bertema Prasasti di Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta pada akhir pekan lalu.

Tajuk yang diangkat yakni ‘Humanity in The Madness of Information and Communication Technology Era‘. Hal ini relevan dengan isu yang sedang terjadi baru-baru ini.

“Untuk tema prasasti ini adalah humanity in the madness of information and communication technology era, yang mana kita mengangkat melalui tema kemanusiaan. Ilmu komunikasi ini adalah ilmu yang mana banyak sekali isu-isu yang harus dibawakan. Salah satunya kemanusiaan, yang mana akhirnya kita berangkat mengenai tema kemanusaiaan ini karena kita melihat sekarang akhir-akhir ini kemanusiaan mulai turun karena adanya kecanggihan teknologi seperti itu,” tutur Aang Nur Hikmah, selaku Ketua Pelaksana Prasasti.

Acara ini dibuka secara resmi dengan penampilan tari gambyong, yang dilanjutkan dengan arak-arakan menuju instalasi pohon oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNY beserta tamu undangan, yang diikuti oleh mahasiswa ilmu komunikasi.

Tak hanya itu, arak-arakan juga diiringi oleh seorang penari dan juga mahasiswa pembawa lilin yang menyala di sisi sebelah kanan dan kiri.

Seremonial pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan gulungan doa oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNY, yang dilanjutkan dengan menempelkan gulungan doa ke instalasi pohon.

Dalam sambutannya, Suhadi Purwantara, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNY, berharap dengan adanya gelaran ini, mahasiswa ilmu komunikasi dapat menjadi seorang mahasiswa yang kreatif serta inovatif, terlebih dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.

“Tentu saja saya juga sangat berharap anak-anak mahasiswa ilmu komunikasi sesuai dengan visi universitas fakultas itu, betul-betul berharap bisa kreatif inovatif, itu istilahnya kita upayakan ada rancangan. Kreatif inovatif itu gak bisa hanya diam tetapi kita harus tetap berusaha untuk kreatif atau inovatif di bidang apapun yang kaitannya dengan ilmu komunikasi,” tutur Suhadi.

Pameran Prasasti ini merupakan event tahunan, dan kali ini diisi dengan berbagai karya seperti fotografi, public relation campaign, jurnalistik, news casting, iklan layanan masyarakat, film pendek hingga pohon instalasi yang diisi dengan daun berita. (AN/L44)

Share