HeadlineLensa Jogja

Kreatif!! Warga Jogja Sulap Peralatan Dekorasi Jadi Media Tanam

Pandemi covid 19 yang telah satu tahun melanda Indonesia menyebabkan banyak orang harus kehilangan pekerjaannya. Salah satunya dialami oleh Daliman 48 tahun yang tak dapat berbuat banyak setelah pekerjaan utamanya ikut terdampak pandemi covid 19.

Warga kampung Gemblakan Atas, kelurahan Suryatmajan, kecamatan Danurejan, Yogyakarta tersebut selama ini menggantungkan hidup dengan menyediakan jasa dekorasi pernikahan. Pekerjaan yang digelutinya sejak lulus sekolah menengah kejuruan tersebut langsung mandeg tak ada pesanan yang menyebabkan peralatan dekorasi miliknya menjadi mangkrak tak dapat digunakan sama sekali.

Namun Daliman tak kehabisan akal untuk tetap bertahan di tengah keterbatasan pandemi covid 19 yang belum dapat diketahui kapan akan berakhir. Daliman memanfaatkan besi-besi dekorasi yang sudah lama tak digunakan untuk disulap menjadi kerangka sebagai media meletakkan polybag diatap rumahnya.

Menurut Daliman, kerangka besi tersebut mampu menampung 100 polybag berukuran sedang yang dapat menghemat penggunaan lahan bercocok tanam. Selain itu dengan bantuan besi-besi tersebut Daliman dapat meletakkan tanaman di tempat dengan cahaya matahari terbaik sehingga tanaman yang dirawatnya dapat tumbuh dengan baik.

“Itukan ada kerangka dekorasi yang lama tidak saya gunakan, saya bawa pulang saya manfaatkan untuk menambah jumlah polybag yang akan saya rawat. Saya memilih dengan itu, soalnya diatas itu matahari cukup bagus, cukup full mataharinya semoga saja nanti bisa berkembang biak dengan bagus. Mungkin 4 bulan lagi insyaallah kalau tuhan mengizinkan nanti banyak cabai-cabai. Jadi satu kerangka itu bisa mengisi berapa polybag pak kira-kira. Itu bisa memuat seratusan polybag.” Ucap Daliman, petani cabai.

Saat tak bekerja, Daliman memanfaatkan waktu luangnya untuk merawat tanaman miliknya serta untuk memperdalam ilmu bercocok tanam. Di atap seluas 8 kali 5 belas meter persegi tersebut kini tumbuh banyak jenis tanaman seperti cabai, tomat, terong, hingga buah-buahan.

Daliman kini tengah fokus untuk melakukan budidaya cabai yang dinilai merupakan tanaman komoditas yang menguntungkan yang tak akan ditinggal oleh penikmatnya. Ratusan polybag tersebut mampu menghasilkan satu hingga dua kilogram cabai dalam dua hingga tiga hari panen. Cabai yang dipanen sebagian dijual oleh Daliman sedangkan sisanya untuk memenuhi kebutuhan dapur.

Selain mampu membantu menambah pemasukan, hobi bercocok tanam juga menghasilkan kepuasan batin tersendiri bagi Daliman.

“Manfaatnya memang senang dihati, tentrem. Jadi, gini Banyak tetangga yang bilang, nganu aja bangun kemudian dibikin kamar-kamar ya bisa sampai 10 kamar kos-kosan. Saya ndak senang Soalnya nanti di kos-kosan banyak masalah. Mungkin soalnya sudah mengalami. Belum punya kos aja sudah banyak yang timbul. Ya, banyak didatangin tamu sampai larut malam. Saya ndak suka, segini aja rasanya senang, enak. Ya tadi kepuasan batin yang jelas itu.” Lanjut daliman, petani cabai.

Daliman yakin dengan telaten menekuni hobi mampu menjadi jalan alternatif dari kebuntuan yang diakibatkan oleh kondisi sulit seperti pandemi covid 19 yang dapat datang kapan saja. (Sna/L44)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *