Lensa Jogja

Kini Setiap Lokasi Tes Covid-19 Wajib Miliki Ruang Isolasi

Pemerintah Kota Yogyakarta kini tengah menyusun kebijakan dan aturan terbaru berkaitan dengan pelaksanaan pengendalian penyebaran covid-19 pada larangan mudik mendatang. Rabu siang Walikota Yogyakarta duduk bersama dengan para direktur rumah sakit yang ada di Kota Yogyakarta untuk membahas perihal setiap penyelenggara tes covid -19 wajib miliki ruang isolasi sementara.

Hal tersebut berlaku bagi penyedia tes baik rapid antibody, rapid antigen, swab PCR hingga pemeriksaan menggunakan alat Genose C-19. Hal tersebut dirasa perlu melihat selama ini masyarakat dengan hasil pemeriksaan positif dibiarkan pergi begitu saja tanpa adanya penanganan lebih lanjut.

Hal tersebut disebabkan belum adanya regulasi yang jelas baik antara penyedia jasa tes covid 19, rumah sakit maupun pihak lain. Untuk itu kini Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti tengah menyusun aturan tersebut yang mana diperkirakan rampung sebelum pelaksanaan larangan mudik resmi diberlakukan.

“Itu nanti wajib. Sekarang lagi dikaji perlunya apa, tetapi itu hal wajib. Sehingga harus ada itu. Sehingga penanganan bagi orang positif itu harus diguide. Sekarang orang positif dia yang terjadi akan panic, bingung. Anda stay disini, selebihnya pihak akan mengatur kerjasama dengan kami, rumah sakit yang besar-besar. PHRI juga begitu. Kalau dia mau isolasi mandiri dipersilahkan. Kalau dia mau bayar sendiri silahkan. Tapi itu harus. Itu kita wacanakan dan buat aturannya. Sebelum tanggal 6 sudah clear sudah keluar.” Jelas Haryadi Suyuti, Walikota Yogyakarta.

Wacana dari Walikota Yogyakarta tersebut disambut baik oleh direktur rumah sakit di Yogyakarta. dengan regulasi yang jelas maka orang dengan hasil tes positif dapat diarahkan dengan benar untuk dilakukan perawatan maupun isolasi mandiri.

Direktur rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta, Vincentius Triputro Nugroho menyatakan pihaknya siap menyediakan ruang isolasi sementara dan hal tersebut dirasa perlu dilakukan untuk dapat meningkatkan layanan rumah sakit sehingga pasien covid-19 dapat tertangani dengan baik.

“Berfikirnya pak Hariyadi anu sekali. Memang kita yang menyelenggarakan harus bertanggungjawab terhadap hasil. Jadi, tidak sekedar discreening, diperiksa, terus dilepas itu bahaya. Paling tidak diberitahukan. Mungkin hasilnya tidak hari itu. Bisa jadi kan next day hasilnya. Tapi dia tdak boleh kemana-mana. Apalagi dia mau pergi sebenarnya. Mau terbang. Mau perjalanan kemana tapi ketika positif kan di A harus diam. Nah ini yang dikelola nih.” Lanjut Vincentius Triputro Nugroho, Direktur RS Panti Rapih Yogyakarta.

Selain itu pelaksanaan vaksinasi covid 19 masih terus berlangsung dimana Walikota Yogyakarta meminta kepada dinas kesehatan untuk segera menghabiskan vaksin yang ada sehingga proses vaksinasi nasional kali ini dapat dipercepat. (Sna/L44)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *