Lensa Manca

Kerja Sama Aukus Buat Indonesia dan Malaysia Khawatir

Saat ini Australia mendapat kesempatan untuk membuat sebuah kapal selam kelas nuklir terbaru dengan teknologi yang canggih. Pembuatan kapal selam pun mendapat bantuan dari negara sekutunya seperti Amerika dan Inggris, Jumat (24/9).

Will Nankervis Duta Besar Australia untuk ASEAN memastikan bahwa kemitraan antara Australia, Inggris, dan Amerika (AUKUS) merupakan wadah untuk ketiga negara dapat berbagi teknologi serta kemampuan dengan lebih baik.

Masalah ini berawal saat Australia memutuskan untuk menghentikan pengadaan kapal selam diesel dari prancis, yang sebesar USD 40miliar. Maka dari itu Australia ikut perjanjian dengan Amerika dan Inggris untuk pembuatan 8 kapal selam nuklir.

Sebagai aksi nyata Amerika & Inggris akan melakukan program kerja komprehensif selama 18 bulan kedepan untuk membantu pembuatan kapal selam.

Karena hal tersebut, Indonesia dan Malaysia mengaku khawatir akan perlombaan senjata antara China dan ketiga negara tersebut. Sedangkan Laut China Selatan (LCS) merupakan titik panas perkelahian China dengan berbagai negara. Kerja sama Trilateral AUKUS yang diumumkan beberapa waktu lalu akan membangun kapal selam bertenaga nuklir.

Indonesia merupakan Negara pertama di kawasan ASEAN yang mengkritik kerja sama AUKUS yang dinilai dapat meningkatkan terjadinya konfrontasi AS-China. Jika hal itu terjadi maka dapat dipastikan akan berdampak pada sektor ekonomi dan nasional.

Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri RI khawatir akan rencana pembangunan kapal selam bertenaga nuklir oleh Australia.

“Saya menekankan bahwa yang tidak diinginkan oleh kita semua adalah kemungkinan meningkatnya perlombaan senjata dan power projection di Kawasan. Tentunya akan dapat mengancam stabilitas keamanan kawasan,” kata Retno dikutip Bangkokpost.com.

Setelah Indonesia, Malaysiap pun turut berkomentar mengenai kerja sama AUKUS. Ismail Sabri Yaakob selaku Perdana Menteri Malaysia khawatir AUKUS bisa memprovokasi kekuatan negara lain agar bertindak lebih agresif, khusus nya di LCS.

Australia pun memberi klarifikasi kepada negara ASEAN. Walaupun bertenaga nuklir, Australia pastikan kapal selam miliknya tidak akan membawa senjata nuklir.

(IM/L44)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *