Kemenko PMK dan Kemenkes Terjunkan Dokter Ortopedi untuk Korban Gempa Cianjur

Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Efendy mengatakan bahwa pihaknya telah meminta tim dokter khusus dari Kementerian Kesehatan untuk mengobati para korban gempa bumi Cianjur.

Menurutnya, setelah meninjau lokasi pengungsian, para korban yang banyak mengalami patah tulang itu membutuhkan dokter spesialis ortopedi. Selain itu, ia juga memanggil tim dokter dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

“Tadi Pak Menkes sudah berjanji ada 6 orang dokter ortopedi yang sedang dalam perjalanan. Dan MDMC juga ada 1 orang dokter yang sudah sampai hari ini,” kata Menko Muhadjir, dikutip pada Kamis (24/11).

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun langsung menerjunkan timnya, khususnya spesialis ortopedi, untuk mengobati para korban.

”Dokter sekarang sudah berdatangan, yang dibutuhkan adalah dokter spesialis ortopedi dan bedah. Itu timnya sudah datang ada dari RS Hasan Sadikin Bandung, RS Cipto Mangunkusumo, ada juga dokter dari TNI,” kata Menkes Budi.

Budi memastikan kepada timnya agar mendahulukan para lansia dan korban luka berat sehingga meminimalisir bertambahnya jumlah korban meninggal dunia.

“Saya datang untuk memastikan kesiapan seluruh rumah sakit di Cianjur. Tujuannya satu untuk orang yang dirawat jangan sampai ada yang meninggal itu saja,” lanjutnya.

Per Rabu (23/11), Budi menyebutkan bahwa korban luka berat tercatat sebanyak 474 orang dan 1.800 orang luka ringan.

Kendati begitu, Budi tak menampik masih ada kekurangan dalam penanganan korban gempa ini, salah satunya adalah ketidaktersediaannya ruang operasi. Namun, ia mengaku sudah berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat.

Ia menyebutkan, RS Bhayangkara masih memiliki 1 kamar operasi, RSUD Sayang 8 ruang operasi, RS Dr. Hafiz terdapat 2 ruang operasi, dan RSUD Cimacan 4 ruang operasi yang bisa digunakan.

“’Jadi sebenarnya sudah cukup ada 15 ruang operasi kalau masing-masing ruang operasi menargetkan 10 kali tindakan. Artinya dalam sehari bisa ada 150 orang yang dioperasi. Dengan demikian 334 pasien bisa selesai dalam 3 hari sampai 4 hari,” jelasnya. (AKM/L44)

Share