Lensa Jogja

Ini Ide Unik Sri Purnomo Untuk Edukasi Anak Sekolah Dan Masyarakat

Lahan kosong di Komplek Pemerintah Kabupaten Sleman yang luasnya mencapai 6 (enam) hektar akan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian produktif  dengan ditanami sayuran serta buah-buahan  seperti semangka, melon, bawang merah, cabai, kol dan lidah buaya. (10/02/2021)

Hal ini merupakan inisiasi dari Bupati Sleman Sri Purnomo dan Bupati terpilih Kustini yang nantinya akan di kelola oleh anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau PKK. Pengelolaan lahan kosong ini. Sekaligus sebagai sarana mengedukasi Generasi Muda baik dalam proses bertani maupun Pengembangan Agrowisata

Sekarang ini  sebagian besar  anak muda sudah tidak mau menjadi seorang petani karena sulit  susah dan bekerja di terik matahari  dengan penghasilan yang tidak pasti. Namun kenyataannya bidang pertanian juga bisa menghasilkan dari pada bidang lainnya. Bahkan hasil dari pertanian dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat.

Jika masyarakat khusunya anak muda ingin belajar tentang pertanian bisa langsung datang ke lahan kosong di belakang rumah Dinas Bupati Sleman, nantinya akan di ajarkan cara mengola tanah pertanian proses penanaman, cara perwatan tanaman hingga panen dan paska panen.

Sekolah Tani ini juga dilakukan secara gratis dan tidak di pungut baiaya hal ini karena untuk menarik anak muda milenial yang ingin Sekolah Tani secara langsung.

 “Untuk kedepannya  rencana Bapak Bupati dan Ibu Bupati terpilih itu untuk Sekolah Tani. Sekolah Tani dari tingkat SD SMP SMA sampai pemuda dan pemudi karena tujuannya Bapak Bupati dan Ibu Bupati terpilih itu untuk ketahanan pangan Sleman itu kita harus membentuk petani muda milineal karena sekarang inikan petani itu dilaksanakan oleh orang tua dan orang muda-muda kadang tidak mau bertani disini nanti kita akan membimbing semua dari kalangan kecil anak-anak sekolah sampai ke pemuda pemudi tujuannya itu untuk ketahanan pangan di sleman itu tetap terjaga karena Sleman itu tanahnya subur baik itu di tanah pekarangan maupun ditanah persawahan.” Ujar Dwi susilowati, Koordinator Pokja 3

Diharapkan dengan adanya sekolah tani secara gratis ini  dapat mengedukasi masyarakat luas khusunya generasi muda dan sektor pertanian di kabupaten sleman kedepannya dapat digarap oleh anak-anak muda.  (Plp/L44)

Share