Lensa JogjaLensa Terkini

Gawat!! Pemuda Asal Purworejo Ini Terancam 10 Tahun Penjara

Kepolisian Sektor Gondokusuman Kota Yogyakarta Selasa (9/02) pagi mengungkap kasus pemalsuan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang menjerat seorang tersangka berinisial FW. Tersangka FW (29) diketahui merupakan warga Purworejo Jawa Tengah yang kini bermodisili di Maguwoharjo Sleman. (11/02/2021)

Kejadian pemalsuan identitas dapat terungkap setelah pelapor yang merupakan pemilik sebuah rental kendaraan bermotor mencurigai seorang penyewa sepeda motor yang memiliki perbedaan di foto KTP dan wajah aslinya. Setelah menyerahkan sepeda motor yang disewa kepada pelaku, pemilik rental mengikuti pria berinisial GT dan sampai di terminal Giwangan diketahui pelaku menjual sepeda motor rental kepada orang tak dikenal.

Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku mendapat KTP palsu tersebut dari seseorang berinisial FW yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Gondokusuman. Kapolsek Gondokusuman, Bonifasius Slamet mengungkap saat dilakukan penangkapan juga diamankan beberapa barang bukti diantaranya KTP palsu yang dicetak serta blangko KTP kosong siap cetak.

 “Adapun barang bukti sebagaimana yang ada disini, antara lain ya, satu unit handphone, ya kemudian satu unit laptop, kemudian satu unit printer ya, kemudian 66 lembar kartu PVC ID card yang belum dicetak. Kemudian 12 lembar blanko KTP kosong, kemudian 5 lembar KTP yang sudah dicetak namun belum dikirim ke pemesannya. Kemudian 2 lembar kartu BPJS yang sudah dicetak namun juga belum dikirim ke pemesannya juga. Dan 3 lembar kartu NPWP yang sudah dicetak. 1 lembar SIM, SIM C. kemudian 2 buah gunting, 2 bendel kertas stiker transparan, ada disini. Dan satu unit sepeda motor Honda Vario ya.” Ujar Kompol Bonifasius.

Diketahui FW merupakan seorang karyawan di sebuah perusahaan dan memiliki keahlian mencetak identitas palsu, karena diketahui merupakan lulusan di bidang teknologi informasi. Tidak hanya KTP, FW juga mencetak kartu identitas lainnya seperti SIM, BPJS dan NPWP dengan biaya sekali pembuatan mulai dari 250 ribu rupiah.

Dari uang yang dihasilkannya, Kompol Bonifasius Slamet menyatakan oleh FW digunakan untuk memenuhi gaya hidup dan hobi mahalnya. Lantaran menyebabkan kerugian orang lain, pelaku dijerat pasal berlapis dengan maksimal hukuman sepuluh tahun kurungan. Dengan terungkapnya kasus ini, diharapkan masyarakat dapat lebih berhati-hati dan teliti terutama bagi pemilik rental yang menjadikan kartu identitas sebagai jaminan dari penyewanya. (Sna/L44)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *