Lensa Jogja

Festival Bregada Rakyat DIY 2022 Datangkan Juri Asal Swiss

Seribu pelaku seni yang berasal dari seluruh Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta turut meramaikan Festival Bregada Rakyat DIY yang ke-10.

Gelaran tersebut menjadi ajang lomba tahunan yang diselenggarakan untuk mendukung pelestarian eksistensi seni keprajuritan, sebagai salah satu ciri khas budaya Yogyakarta.

Ketua SekBer Keistimewaan DIY, Widihasto Wasana Putra, mengatakan bahwa pada ajang Festival Bregada Rakyat ini dipilih lima penyaji terbaik dengan total uang pembinaan sebesar Rp50 juta.

Pihaknya menambahkan, alasannya memilih Malioboro sebagai rute yang ditempuh oleh peserta Festival Bregada Rakyat adalah karena sebagai ungkapan rasa syukur yang dipersembahkan untuk masyarakat, khususnya penetapan dan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY periode baru, telah berjalan dengan lancar.

“Pada hari ini, Festival Bregada diikuti oleh puluhan kelompok dari seluruh wilayah DIY dengan total peserta seribu orang. Dan para juri terdiri dari perwakilan kesultanan, salah satu pejabat militer, tokoh budaya dan pariwisata akan memilih lima penyaji terbaik dengan total pembinaan lima puluh juta,” ujar Widihasto.

Adapun kriteria penilaian meliputi tiga hal, di antaranya cara berjalan, tata busana dan tata musik, dengan skor tertinggi yakni seratus.

Menariknya, pada gelaran tahun ini, salah satu juri Bregodo Rakyat adalah seorang pencinta seni yang berasal dari Swiss. Ini dilakukan agar ada perspektif baru dari kacamata internasional mengenai seni keprajuritan.

Sementara itu, juri lainnya terdiri dari KRT Wiraningrat dari Keraton Yogyakarta, BPH Kusuma Bimantara dari Kadipaten Pakualaman, perwakilan prajurit TNI, serta pemerhati pariwisata Tazbir Abdullah.

Kemudian, salah satu peserta bregada dari Paguyuban Pakoe Wodjo pun mengapresiasi digelarnya acara tersebut. Sebelum itu, pihaknya dan tim ditunjuk langsung untuk mengisi acara pembukaan Pasar Sekaten beberapa waktu yang lalu.

“Untuk sejarah bregada ini, yaitu berdiri pada tahun 2018 yang terbentuk di ulang tahun Bangunharjo. Dan vakum 2 tahun ini dan alhamdulillah sekarang sudah bangkit kembali, kemarin juga sudah mengisi acara pembukaan Pasar Sekaten,” ujar Henri Abi Y, selaku Ketua Paguyuban Pakoe Wodjo.

Festival Bregada Rakyat DIY ini diharapkan dapat membangkitkan semangat dari para pelaku seni keprajuritan, sekaligus mengenalkan keberagaman seni budaya di Yogyakarta kepada masyarakat luas. (O/L44)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *