Demo Tiongkok Meluas Akibat Lockdown Covid-19

Kasus harian Covid-19 di Tiongkok terus mengalami peningkatan. Tercatat kasus harian tertinggi sudah mencapai angka 39.000 suspek. Pemerintah Tiongkok akhirnya mulai menerapkan lockdown secara ketat untuk menekan penyebaran sehingga tetap dapat menjaga status nol covid.

Akibat lockdown ketat yang diberlakukan tersebut, banyak warga Tiongkok melayangkan protes. Mereka mengeluh tidak dapat keluar rumah hingga 100 hari dan puncaknya ketika 10 warga tewas akibat kebakaran di perumahan kota Urumqi, Xianjing pada Kamis (24/11) lalu. Timbul spekulasi jika lockdown merupakan penyebab para korban tidak dapat menyelamatkan diri mereka.

“Kami hanya menginginkan hak asasi manusia kami, bahkan kami tidak dapat keluar rumah tanpa mendapatkan tes,” ungkap seorang pengunjuk rasa.

Demo yang dilakukan dari Jumat (25/11) hingga Minggu (27/11) pagi itu tersebar di beberapa wilayah Tiongkok. Di antaranya kota Xianjing, Shanghai hingga Beijing.

Para demonstran menyerukan tuntutan mereka terkait penghapusan lockdown sambil membawa kertas putih kosong.
Menurut Kepala Biro Tiongkok CNN, Stephen Jiang, kertas putih yang dibawa merupakan simbol frustasi warga yang tidak dapat menyuarakan protes secara terbuka.

“Ada banyak kemarahan dalam diri mereka, tapi tidak dapat diekspresikan,” ungkap Jiang, dikutip pada Senin (28/11).

Menanggapi demo yang dilakukan warganya, Pemerintah Umruqi melalui konferensi pers membatalkan sejumlah lockdown di beberapa wilayah. Terhitung sepuluh kompleks dibebaskan aturan lockdown hingga waktu yang belum ditentukan.(AN/L44)

Share