HeadlineLensa Jogja

Bunuh Penyu Lekang, 7 Nelayan Jadi Tersangka

7 nelayan asal Kabupaten Gunungkidul yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditpolairud Polda DIY karena telah menangkap hingga membunuh salah satu satwa yang dilindungi, yakni Penyu Lekang. Hewan dengan nama latin Lepidochelys Olivacea tersebut didapatkan nelayan dengan cara dipancing kemudian dagingnya dipotong-potong untuk selanjutnya akan dikonsumsi.

Kasus tersebut dapat terungkap berdasarkan salah satu video yang sempat viral di media sosial yang menunjukkan beberapa nelayan sedang menangkap seekor penyu yang diperkirakan memiliki berat belasan kilogram. Kejadian tersebut terjadi di pantai Watulawang, Tepus, kabupaten Gunungkidul pada 26 Maret 2021.

Menurut Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda DIY, Ajun komisaris besar polisi Fajar Pamuji menyatakan masing-masing tersangka diringkus lantaran memiliki perannya masing-masing. Selain itu polisi juga mengamankan barang bukti seperti alat pancing dan sebilah pisau yang digunakan untuk menangkap dan membunuh satwa langka tersebut.

“Dari 7 orang tersangka ini, perannya bermacam-macam, ada yang menangkap, kemudian ada yang menangkap dan membunuh kemudian ada yang memotong-motong dan juga ada yang mengangkut. Ini dari barang bukti yang kita amankan, dari sejumlah pelaku ini ada disita satu set alat pancing warna hitam merk Maguro ini yang digunakan untuk menangkap penyu tersebut, kemudian satu tampar plastik, ini yang digunakan untuk mengikat, ada satu bilah pisau yang digunakan untuk memotong-motong daging dari penyu tersebut.” Jelas AKBP Fajar Pamuji, Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda DIY.

Saat ini penyu masuk kedalam kategori satwa dilindungi lantaran jumlahnya di alam bebas yang mulai berkurang. Selain itu dari 7 jenis penyu yang ada di dunia, 6 diantaranya hidup di perairan Indonesia.

Kasus penangkapan hingga pembunuhan penyu tersebut menurut Kepala Seksi Konversasi Wilayah Satu BKSDA Yogyakarta, Untung Suripto menyatakan kejadian tersebut baru pertama terjadi di wilayah DIY. Selain itu mengkonsumsi daging penyu sebenarnya tidak menjadi kebiasaan masyarakat DIY, terutama bagi warga disekitar pesisir selatan pantai DIY.

“Ini kasus pertama yang kami ini dapatkan. Yang banyak adalah masyarakat melaporkan penyu mati, penyu terdampar, paus terdampar. Jadi secara umum sebenarnya, masyarakat DIY ini kami apresiasi sekali dari KSDA. Setiap ada kejadian penyu mati atau terdampar masih hidup atau ikan paus terdampar di pantau kan banyak kasus, itu mereka melaporkan ke kami tindak lanjuti dengan unsur terkait. Jadi secara umum sebenarnya untuk kasus khusus penyu ini dipotong-potong ini baru satu kasus satu kali di Gunungkidul.” Lanjut Untung Suripto, Kasi konservasi wilayah I BKSDA Yogyakarta.

Karena bertindak kooperatif dan menjadi tulang punggung keluarga ketujuh nelayan tidak dilakukan penahanan. Namun tindakan tersebut dapat dipidana dengan ancaman lima tahun penjara dan denda hingga 100 juta rupiah lantaran melanggar undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Selain itu BKSDA Yogyakarta juga memberikan penghargaan kepada pengunggah video penangkapan tersebut sehingga kasus kali ini dapat segera diungkap oleh Ditpolairud Polda DIY. (Sna/L44)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *