HeadlineLensa MancaLensa Terkini

AS Hentikam Pengiriman Amunisi ke Israel usai Lancarkan Serangan ke Rafah

AS kini resmi menghentikan pasokan amunisi ke Israel. Tindakan ini dilakukan setelah Israel bersama pasukan Zionisnya menyerbu Rafah, Jalur Gaza Palestina,di selatan kota pada selasa (7/5).

“Bukan rahasia bahwa mereka ingin melakukan operasi militer skala besar di sana. Kami telah menegaskan bahwa kami menentang operasi semacam itu,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Matt Miller, Selasa (7/5).

Sebelumnya, Presiden AS, Joe Biden sempat mengancam kepada negara yahudi tersebut akan menghentikan suplai amunisi apabila melakukan invasi besar ke Rafah di Jalur Gaza. Biden sadar Israel telah menggunakan senjata Paman Sam untuk membunuh warga sipil di Jalur Gaza selama tujuh bulan terakhir. Sekalipun Israel mengaku memburu milisi Hamas.

Tindakan tersebut akhirnya benar dilakukan. Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan, mengaku tidak percaya dengan keputusan AS. Ia bahkan menyebut keputusan tersebut sangat mengecewakan dan membuat frustrasi.

“Presiden AS Joe Biden tidak bisa mengatakan bahwa dia adalah mitra kita dalam tujuan untuk menghancurkan Hamas (dalam perang Gaza) sementara di sisi lain menunda sarana (pengiriman senjata) yang dimaksud untuk menghancurkan Hamas,” ujarnya dalam wawancara di Channel 12 News Israel, dikutip Reuters.

Diketahui dalam pasokan amunisi ini terdiri dari 1.800 bom seberat 2.000 pound dan 1.700 bom seberat 500 pound. Pengiriman ini juga sudah dihentikan sejak pekan lalu.

“Kami utamanya fokus pada penggunaan akhir bom seberat 2.000 pound dan dampaknya terhadap pemukiman padat penduduk seperti yang telah kami lihat di bagian-bagian lain Jalur Gaza,” ujar seorang pejabat AS, dikutip CNN, Rabu (8/5).

Tindakan penghentian ini dilakukan saat Israel dan pasukan Zionis mulai gencar dalam aksi penyerangan ke Rafah walau sudah dilarang oleh AS itu sendiri.

Namun demikian, hal tersebut lagi-lagi tidak mempengaruhi tindakan Israel dalam Agresinya seiring dengan tujuan akhir mereka yakni membasmi Hamas.

Sementara itu, AS mendesak Israel untuk menjamin perlindungan jutaan warga sipil yang berlindung di Rafah dan mengambil semua langkah yang mungkin dilakukan untuk mencegah bencana kemanusiaan di wilayah tersebut.

Terlepas dari adanya desakan ini, Israel melancarkan serangan terhadap Rafah pada hari Senin (6 Mei), menewaskan hampir belasan orang. Israel juga menduduki perbatasan antara Palestina dan Mesir untuk jangka waktu yang tidak diketahui dan berimbas kepada bantuan kemanusiaan yang tidak bisa dimasuki.

Agresi Israel di Jalur Gaza kini telah menewaskan lebih dari 34.700 orang hingga saat ini dan mayoritas korban merupakan anak-anak dan perempuan.

Sumber :

Agregator : Daffa / L44

Share